25.12.11

in my mind : The Winner Stands Alone

7.26pm. Baru saja menyelesaikan satu novel 400an halaman, karya Paulo Coelho : The Winner Stands Alone. As always, tulisan si bapak satu ini memang memukau. Pemilihan tema yang tidak biasa sehingga sulit sekali menebak karya selanjutnya; muatan tulisan yang sangat mendetil – terbayang gimana riweuhnya proses riset selama penulisan serta luasnya jejaring koneksi yang ia miliki; kesan dan pesan yang kuat tersampaikan dengan baik.

Tulisan ini bukan akan memuat tentang review dari buku itu. Tulisan ini simply hanya beberapa catatan yang tersangkut dikepala beberapa saat setelah membaca buku itu.

Tag line dibelakang buku mungkin bisa bilang bahwa “kejayaan bisa berubah menjadi racun” atau whatsoever. Pesan kuat dari buku ini memang sangat jelas bahwa “kesuksesan dan kejayaan terkadang membuat manusia menjadi bingung mau kemana lagi”. Bagi saya buku ini membawa pesan bahwa kita harus bersyukur, apapun kondisi kita. Nyambungnya dimana ya? :D

Dari buku diceritakan tentang keadaan orang-orang superclass yang telah memiliki hampir segalanya dalam hidupnya, yang mereka raih tidak sekedar saja- semisal terlahir dari seorang yang kaya ataupun menang lotere atau bisa saja dapat sumbangan yang tiba-tiba sangat besar seperti kisah TKI yang baru pulang dari Arab Saudi dimana ia terbebas dari hukum pancung *ngelindur*- tapi dari usaha dan kerja keras serta mimpi yang terus diyakini. Tokoh utama digambarkan sedang sangat frustasi setelah ditinggal cerai oleh seorang wanita yang sangat ia cintai, alasannya si wanita tidak tahan melihat perubahan pada suaminya setelah merasakan kejayaan yang terus-menerus ingin ia tumpuk bahkan melupakan perjanjian mereka tentang keinginan untuk pada akhirnya hidup sederhana suatu saat nanti ketika mereka sampai pada batas kejayaan yang mereka inginkan. Namun pada perjalanannya sang suami tidak pernah puas dengan apa yang ia peroleh sehingga selalu merasa belum cukup untuk mengumpulkan pundi-pundi kejayaan dan nama besar untuk hidup nyaman dan sederhana bersama sang istri. Belum berhenti sampai disini.

Tokoh pria lain yang merupakan orang ketiga dalam pernikahan pria pertama juga merupakan seorang pebisnis (desainer) sukses yang –sama dengan pria pertama-juga merangkak dari bawah. Meski telah memiliki apa yang telah ia cari dalam hidup ketika hidupnya masih susah, ia berupaya terus bertahan dan ingin terus mendaki puncak kejayaan yang lain. Di buku diceritakan, selain sukses sebagai desainer terkenal dan tergolong superclass, ia sedang merencanakan untuk menjadi produser sinema yang ia rancang untuk memperkenalkan sukunya pada dunia. Intinya ia ingin mencapai puncak kejayaan yang lain yang berbeda dari dunianya sebelumnya dan ketika hampir mendakinya, ia gagal karena actor utama terbunuh (silahkan baca sendiri bukunya :P).

Apa persamaan keduanya? Lack of feeling enough is enough. Kurangnya rasa bersyukur. Si pria nomer satu yang dengan kejayaan yang terus ia pupuk tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki sehingga ia semakin dan semakin lupa bahwa banyak kejadian-kejadian kecil yang patut ia jaga, dan utama adalah cinta keluarganya. Karena perasaan yang tidak pernah merasa cukup ia tidak pernah bisa memenuhi keinginan istrinya untuk berhenti dan menikmati hidup mereka berdua dengan bebas tanpa janji penting atau rapat yang konyol. Karena tidak pernah merasa cukup, ia lupa bahwa kadang-kadang memberikan seikat bunga sebagai tanda cinta itu lebih penting dari sekian kemewahan yang memang mampu terbeli.

Pria nomer dua, dia belum cukup puas dengan kejayaannya yang sudah jelas didepan mata sehingga dia lupa untuk bersyukur dan berkata cukup atas apa yang ia miliki. Nafsu untuk mendaki gunung yang lain padahal kapasitasnya tidak memungkinkan –ditambah semesta yang tidak merestui- membuatnya jatuh bahkan sebelum mulai mendakinya. Ia lupa pada tujuan awal.

Apa yang tertangkap disini adalah bahwa ternyata kita memang perlu mengatakan “cukup”. Cukup untuk berbahagia meski hanya diberikan cincin perak padahal berharap cincin emas, cukup untuk bersyukur jika makanan yang terhidang hanya tahu-tempe padahal pengin makan steak, cukup untuk merasa bahagia, cukup untuk kemudian menikmatinya.

Ada satu omongan yang saya ingat pernah dikatakan oleh salah seorang teman Malaysian saya, ketika itu saya mengatakan akan berkarir dan melanjutkan sekolah ke jenjang S2. Dia mengatakanbahwa menjadi wanita memang harus memilih, karena tidak akan mampu menjadi keduanya : seorang wanita karir yang sukses sekaligus menjadi ibu yang sukses berkeluarga (kebayang kan bagaimana riweuhnya mengurus keluarga). Ketika kita memutuskan untuk terus berjalan menapaki tangga menuju puncak karier, akan ada banyak hal esensi yang terlupakan - keluarga yang utama- tanpa disadari. Ketika kita tiba dipuncak, barulah kita sadar bahwa banyak hal yang telah dikorbankan demi sebuah titip puncak yang pada akhirnya mencapai kesana justru membuat kita bingung ingin kemana, sebab satu-satunya jalan adalah menapak turun kembali.

11.12.11

Dunia Abstrak : Zuma & Arial

Machine Gun Preacher (2011)

Interesting, at least for us.
Demi imaji soal Zuma & Arial.

Jeda

Melangkahlah mundur sehasta, dua hasta atau sekian hasta.
Karena untuk melihat sebuah gambar besar didinding dengan lebih jelas, kau butuh jarak agar dapat melihatnya secara penuh.

Dunia abstrak : catatan pertama

Aku ingin mengabarkan ini kepada jiwa yang khawatir ketika aku ragu. dia yang berusaha meyakinkan bahwa kita harus sama-sama belajar, mengerti dan memahami. bahwa ada keputusan yang akan dijaga hingga ijab benar-benar terkabul.

Aku menyayangimu dengan sederhana, sesederhana do'a-do'a penuh harap yang kusematkan dipucuk sholat yang ku tunai : yang terbaik bagimu, yang terbaik bagiku, semoga itu kita.

Aku menyayangimu seperti adanya. Karena perasaan ini tidak akan mengubah kondisi apapun dari kita kecuali seperti ada bunga yang merekah dalam hati kita dan disiram dengan baik tiap saat kita bertemu. Perlu kau ketahui semestaku tidak pernah berubah ketika mengenalmu, temanku masih sama sebelum dan setelah mengenalmu, makanan favorit juga masih sama (meskipun sebenarnya tidak ada), caraku berbicara dan bersikap juga masih sama seperti sebelum mengenalmu. Bukankah kita sama-sama sedang belajar saling memahami dan mengerti? Aku mengerti dirimu, kau mengerti diriku, dan semesta kita masing-masing. << baris ini untuk yang pernah protes ketika saya merindukan orang lain bukan dia.

Ada lagi yang ingin kukabarkan, tapi nanti jika ijab benar-benar terkabul. Karena sudah pernah kubilang, aku takut menyesal, dan menyesal selalu dibelakang. Aku bahagia hari ini, entah hari esok.

~ suatu saat di bulan September

6.10.11

I miss the good times, buddy.


Rasanya luar biasa mengingat begitu banyak kenangan yang tertumpuk di ruang memori ini tentang kita, cerita-cerita kita, mimpi-mimpi kita, bahkan pertengkarang kecil atau rasa tidak enak. Baru saja kusadari bahwa kebersamaan selama 3 atau 4 tahun telah berlalu begitu saja dan hanya meninggalkan kenangan. Dalam sendiri aku pernah berkhayal suatu hari nanti kita akan menghidupkan mimpi kita, kita mungkin beneran akan ketemu di suatu tempat di Paris. Kalian ingat pembicaraan konyol kita di warung Pizza malam itu? Nia ingin menetap di Inggris, aku tetap ingin berada di Jerman, kamu di Belanda, dan kita bertemu di Paris, Perancis. Ah indah sekali. Aku sering berkhayal kita benar-benar bisa bertemu disana dalam suasana summer atau autumn yang indah. Seperti yang dikisahkan di novel-novel. Fiksi memang terlalu banyak ikut campur dalam urusan khayalan, dan kali ini aku tahu buku-buku dirak lemari itu terkadang berbahaya.

Lalu dimana kita saat ini? kawan saat ini kita mungkin sedang sibuk dengan dunia kita masing-masing. Aku sibuk menemukan tambatan pikiran yang pas, kamu sibuk menjalani rutinitas pekerjaan yang terkadang terpaksa untuk dipenuhi, dia sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Kita sibuk sendiri, you know?

Lalu bagaimana kabarnya pesan bertumpuk-tumpuk di folder pesan Facebook tentang mimpi kita bermain-main di Karimun Jawa? atau mengunjungi Kepulauan Seribu? atau apalah, yang penting adalah bertemu kalian! Tidak ada esensi yang lebih penting dari ini : menghabiskan waktu bersama kalian, dan memupuk kenangan indah untuk kembali bermimpi kapan kita akan bertemu lagi. Aku menemukan diriku yang telah lama hilang ketika bertemu kalian dan merencanakan sesuatu yang indah bersama. Karena khayalan kita tak dibatasi oleh apapun, kita bercerita berangan dan saling terhubung dengan sendirinya. Itu yang tidak pernah kutemukan dari watak-watak realism yang kutemui lebih sering belakangan ini. Aku merindukan kabel-kabel kimia penghubung pikiran kita, aku rindu membangkitkan imajinasi ini, aku rindu menulis lagi, ya kalian bagian dari inspirasi.

Tidak ada yang lebih ingin kukatakan saat ini selain aku memang sangat merindukan waktu-waktu terbaik kita. Bepergian kemana saja dengan berjalan kaki, menikmati hampir seluruh malam dengan bercerita, lagu-lagu favorit yang sama, kegemaran mengganggu yang konyol, atau meneriaki orang yang lewat, dan paling labil adalah berfoto dihampir setiap spot yang kita lalui.

Wish I could turned back the time, berharap mesin waktu benar-benar pernah diciptakan. Karena pada akhirnya, yang tersisa untuk kita miliki hanyalah kenangan.



23.8.10

it ain't easy to feel this way.
our possibilities are all up to time.
I wont deny my lost.
when you vanish all away.

I've kept one thing in mind, since our last texting time. U've had it all settled, and saying sorry for keep up ur hope to turned real. I wont mind all that, only if we'll stand at the same ground, without any of pretense.

Well, I hope you fine.

5.8.10

Baby, dont u break my heart slow

I'd rather you be mean than love and lie
I'd rather hear the truth and have to say goodbye
I'd rather take a blow at least then I would know
But baby dont u break my heart slow
Coba dengarkan lagu ini, rasanya belum bisa hilang. Sejuk. Palm-palm tinggi. Jalanan yg lebar. Taman yang tertata rapih. Lalu lalang kendaraan yang jarang.

I am sorry to make you feel. You're kind, and pretty fine, a lot better than expected :)
but I want one that I expect XD

2.8.10

me @Int'l Conference

tadi pagi aku ikut konferensi internasional program Lustrum 11 FEB UGM, kerjasama dgn Universitas apaa gitu di Thailand. Kebayang dong, yg datang org Thailand. Mostly, meskipun ada beberapa profesor yang dtg dr Jepang.

Aku ga tau apa2 ttg Thailand, taunya cuman kalo org Thailand bikin pilm horror itu sereeem banget (hiiii), sama huruf2nya yang mirip aksara Jawa, meliuk-liuk ribet.

Selama diruang konferens, aku bisa liat kesekeliling, matanya pada sipit2, kulit putih, dan satu yg menonjol, kebiasaan mereka kalo mo keluar ruangan, pada saat berdiri akan keluar, mereka akan mengatupkan kedua tangan, seperti kalo minta permisi, sopan banget. Kontras sama org Indonesia yang kalo mo keluar ruangan ya keluar aje, ga ngurus. Hahaha.. Belom lagi ngeliat salah satu pembicara dari UGM yang pas di podium sibuk bolak balik ngecharge HP, atau ngunyah permen waktu pembicara sebelah lagi presentasi, kontras!

Pas jam makan siang, karena aku ga dpt t4 duduk bersama 2 tmn lainnya, seorang prof dr Thailand langsung mempersilahkan aku duduk bersama dia, memintaku meletakkan tas dikursi dan pergi mengambil makanan, aku cuman bisa bilang "orait, tengkyu" sambil berlalu nemenin temen yg 2 org nyari t4 duduk lainnya. Kesanku adalah.. mereka low profile banget, ga kayak dosen2ku, yg kesannya eksklusif beud (d'oh). Pas makan, aku ikut diajak ngobrol, asik, they're great people.

Sesi kedua presentasi, aku bersama 2 temen lainnya sepertinya telah mengambil keputusan yg salah dengan masuk ke ruang B, disana yg presentasi org Thai semuah, dan agak kaget liat mereka presentasi, semua yg akan diomongin ditulis semua di PPT, tugas mereka hanya baca, persis penyiar yg ditipi, bagusan anak FEB yg presentasi, kemana2, sekali lagi, bagusan kemana2, padahal mereka ituh pengajar disana.. Pelajarannya adalah ga semua org luar negri itu lebih hebat dari kita! :D
Tambahan lagi, rektor yg nemenin sy waktu makan sempat bilang, kagum sama temen2 FEB yg udah presentasi, metodologinya bagus banget. hehehe.. mereka memang org2 yg pintar, ga kayak saya bu :P

Aku senang bisa ikut konferensi kayak begini, banyak hal unik, lucu, dan menarik. Jadi tau ttg budaya, itu aja yg menonjol, selain itu bisa makan gratis. wkwkkwkw :))

Orait, sekian dulu ah, besok mo ikut konferensi hari kedua. Wish had a fun day!

28.7.10

balada ECM

Kerjaan hari belakangan cuman mikiir aja, mikir terus segala kemungkinan, kayak lagunya Mc.Bubble : I thought and thought of every single possibility.. kemungkinan aku bisa lulus semester ini, soalnya kalo masi lanjut semester depan nambah bayaran lagi satu semester, which is 'mencekik' banget, mahal aihh.. :'(

ga tega sama bokap judulnya.

namun kendalanya lumayan, aku ga tau cara nge-run data dengan model ECM, ga usah tanya itu makanan apa, yg jelas itu model yang amat asing buatku, tapi makanan bagi pakar2 ekonometrik. mata kuliah paling sulit dan paling aku ga suka, susah men! susah kalo mo ngarang jawaban :P

akhirnya aku udah 3 minggu ga nemuin dosen pembimbing, belom punya modal apa2. skrg baru nyari2 temen yang bisa bantuin nge-run data. mudah2an Fila yang baik hati mau bantu, amiiinn ya Tuhan... :)

trusss... emm.. mari kita isi waktu dgn chatting dan denger musik. babai dulu yap!
#np Creed - Ode

15.7.10

when it comes to an end ..

when it comes to an end, it seemd reluctant to leave and left everything turned into memories.Rata Penuh

jika sebuah sajak memanja dibalik buku yang dibeli seorang sahabat mengatakan bahwa ketika seseorang hampir tiba dipenghujung, rasa rindu akan memanggil-manggil dan berkelebatan menghujani hari dan keinginan untuk pulang akan semakin demikian terasa. bagiku tidak, aku merasa rindu itu datang, rindu dini hari, yang menarik-narik untuk diriku tetap tinggal dan menghabiskan lebih banyak waktu bermain-main disini. aku merindukan semua kesibukan dini hari hingga petang yang terjadi sejak setahun terakhir, aku rindu sapaan-sapaan santun dari pengelola dan pengajar-pengajar yang ramah, dan aku merindukan spvku lebih dini, role model, dan guru yang paling aku kagumi, pembimbingku sendiri.

aku ingat dulu waktu S1, begitu sulit dan seringnya aku jengkel terhadap dosen pembimbing tugas akhirku, dan berdoa menderu-deru agar Tuhan memberikan seorang pembimbing yang sangat baik hati untuk tugas akhirku dijenjang berikutnya, dan doa menderu itu terjelma, aku sungguh mengagumi sosok seorang pendidik itu. beliau yang terbaik.

hari ini, siang tadi, kakiku berhasil naik ke satu anak tangga lagi, dan masih tersisa satu lagi, ujian proposal terlalui dengan nyaman, Tuhan mendengar bait-bait doa pengharapan, bagi sebagian orang, menjalani ujian proposal mungkin biasa saja, bagiku setiap satu kali aku menghadapi kekhawatiran seperti ini, hal itu menjadi penting dan menyerahkan segala kehendak pada YMK adalah pilihan terakhir.

beberapa teman menyelamati, dari sekian teman seangkatan, aku orang pertama yang berharap bisa menjadi dorongan bagi kelanjutan tugas akhir mereka. aku ingin kami duduk berdamping-dampingan di Grha Sabha bulan Oktober nanti, namun sebagian punya rencana lain, sebagian lain terseret rencana yg tak terduga. namun aku tetap berharap. masih tersisa 3 bulan kedepan.

saatnya melanjutkan tugas seperti pesan terakhir dosen pembimbing sebelum acara ujian usai, lalu menyelesaikan apa yang seharusnya : melangkah ke satu anak tangga terakhir, dan membiarkan semuanya menjadi rindu dan kenangan. aku harap bisa kembali suatu kali nanti, menjadi bagian dari keluarga besar institusi ini sungguh mengikat dan membahagiakan.

-djR-

11.7.10

This is it Germany!

Germany win over Uruguay and get the third place in World Cup 2010



walaupun terasa hambar,, tapi congratulations!!
and He's the man!!
Joachim Loew, si coach yg selalu terlihat modis :P

10.7.10

What's New?

Apa yang baru dari blog ini? Nama headernya tentunya, serta... alamat blognya :D
mungkin akan ada yang bingung nyari blog saya (sok penting), tapi maaf, keinginan untuk segera mengganti alamat blog lebih dulu muncul daripada niat untuk memberitahu nama blog ini enaknya diganti apa yaa.. hehe..
jadinya ini dah. pas lagi engga ada yang make juga :P

Lalu... saya sedang mendengarkan lagunya Piolo Pascual, Just The Way You Are, yang sebenernya dinyanyiin ulang sama dia. aslinya lagu ini milik Billy Joel, atau mungkin ada yang lebih lama lagi, entah. Aku lagu suka banget sama lagu ini, sampek2 ngedonlot berbagai versinya, tapi punya Piolo ini yang paling enak ditelinga, soalnya ada suara tiupan harmonikanya. asik ey... :)

Senin siang minggu depan aku bakal menghadapi sidang proposal dengan susuna dewan penguji : bp. Tandelilin sebagai ketua penguji, dan bp. Suad Husnan sebagai anggota sekaligus pembimbing saya. jika pertemuan Jerman dengan Spanyol pada semi final Piala Dunia beberapa hari yg lalu merupakan pengulangan final Piala Eropa 2 tahun lalu, maka pertemuan saya dengan kedua bapak2 itu juga merupakan ulangan dari ujian kelas Workshop trimester lalu, which was.. done pretty well. semoga pertemuan senin besok juga akan baik2 saja, amiiin...

WishmeLuck!

23.6.10

catatan kecil

Kuperhatikan belakangan ini, kau tidak seceria biasanya. Nada suaramu cenderung pelan dan kau berbicara seperlunya saja. Seperti ada helaan nafas yang kau hembuskan setiap usai sejengkal kalimatmu, seperti tersengal, entah sehabis dikejar apa. Suaramu sendu, tak berintonasi, tak bertendensi, sehingga tak jelas mood mu sedang baik atau buruk. Jika aku sedang senang terkadang aku memacu untuk memberitakan hal-hal yang baik, dulu kau selalu menanggapi dengan optimis, dan intonasi yang meninggi, menggebu-gebu ikut merasa bangga, tapi kali ini tidak.

Petang ini ada yang mengganggu pikiranku setelah berbicara denganmu yang hanya 2-3 menit. Engkau tak sefluktuatif biasanya, mungkin menjadi tua menyeretmu jauh dan melemahkan dirimu, tersungkur dalam beban-beban bebal yang semakin terasa berat, sehingga betul-betul melumpuhkan sarafmu yang yang reaktif.

Aku tersinggung, Ayah.. belum mampu membantumu memikul beban-beban bengal itu, rasanya ingin merangkulmu dan meminta pada Tuhan : pindahkan semua hal yang memberatkan dari pundak pria yang meringkih ini, hati dan akalku masih cukup kokoh untuk Kau tempa sedemikian rupa, aku hanya ingin masa senja yang nyaman untuknya.

3.6.10

Permutasi-Kombinasi

Saya sedang punya banyak liputan tentang hasil jalan2, tapi saat ini lebih tertarik dengan memecahkan masalah permutasi-kombinasi portfolio *sigh*
Sudah lupa pelajaran kelas 2 SMA dulu, dan lagi bingung nyari jawabannya dengan rumus, bukan dengan manual.
Soalnya begini :
Saya memiliki 7 indeks yang akan dibentuk portfolio : IHSG, SET, STI, KSE, PSE, Nikkei, dan DJIA. Katakan untuk masing2 indeks : A, B, C, D, E, F, dan G. Saya harus menentukan kombinasi portfolio yang mungkin dengan syarat indeks IHSG atau indeks A harus selalu berada pada setiap kombinasi, dan minimal dalam portfolio terdapat 2 indeks yang berbeda. Pertanyaannya, berapa kombinasi portfolio yang mungkin?
Hehe,, kali aja ada yang berniat menjawab (haha), babai for now, cya l8r! ;)

23.5.10

Catatan Pinggir

..aku melihat harapan dan kasih yang terdalam dari wajahmu yang semakin menua, ijinkan aku kembali setelah semua ini..

Itu permintaan yang kusematkan pada kening Ayah disuatu malam ketika sisi duniawinya memintaku untuk meneruskan karierku disuatu tempat yang lebih jauh dari Yogyakarta. Hatiku berbisik, namun gemerisik untaian logika sederhana merasuki setiap helainya dan hampir membuat tekadku terurai dan rapuh lagi, tapi sebuah buku bacaan sederhana membuatku ingin kembali setelah semua ini.

Aku menyadari tidak lama dari sepersekian detik setelah membaca paragraf-paragraf akhir dari kisah gadis kecil dari Green Gables yang tumbuh dewasa : aku tidak peduli dengan kemewahan yang akan ditawarkan oleh pundi-pundi materi yang dapat aku kumpulkan jika aku kembali harus berada jauh dari rumah; aku tidak peduli nama besar yang akan mengiang dengan cemerlang di suatu usia yang relatif muda; dan aku berusaha, sangat berusaha untuk tidak peduli dengan cerita-cerita kebanggaan yang akan menggema mengenai pencapaianku yang lebih baik jika aku harus pergi jauh kesana; aku tidak akan peduli dengan semua itu jika aku tak dapat meraih begitu banyak waktu-waktu sederhana yang membahagiakan bersama orang-orang yang tak pernah terhenti mendukungku dan membuatku menitipkan pamrih terlalu banyak. Ketahuilah bahwa aku sangat sadar jika manusia secara kodrati akan menjadi tua dan menjadi pembutuh, dan itulah pentingnya regenerasi : untuk saling membantu jika tiba masanya. Dan aku ingin berada disana pada masaku, ketika orang tua mulai menjadi pembutuh.

Aku tidak peduli jika Ayah agak pemarah, karena usia lebih sering mampu menenggelamkan emosi dan menumbuhkan lebih banyak sikap bijaksana; dan Ayah, aku mirip sekali denganmu, kecuali dalam soal hitung-hitungan. Aku pun tidak peduli jika Ibu terkadang tidak nyambung dan membuatku harus mengulang-ulang beberapa cerita, karena kamu pengajar materi ketabahan terbaik yang pernah aku temui, bagiku Ibu adalah manusia paling sempurna melampaui berbagai keterbatasannya.
Tuhan tidak pernah sia-sia menciptakan sesuatu bukan?

Aku melihat harapan dan kasih yang terdalam dari wajah Ayah dan Ibu yang semakin menua dipenghujung liburku tahun ini, aku harap ini kali terakhir Ibu sibuk membereskan isi koperku dan ini kali terakhir Ayah mengantarku ke bandara untuk pergi meneruskan perjalananku; karena setelah ini aku ingin selalu berada dirumah menemanimu minum teh disore hari atau membantumu membangunkan adik untuk ke sekolah di pagi hari. Untuk itu ijinkan aku kembali setelah semua ini,,

Ykt, 23 Mei 2010, 00 : 41.

14.5.10

let pictures tell

I am not a traveler, but I love travelling.
Sejak menetap di Jogja, sudah setahun jika dihitung-hitung tahun lalu aku menapak disini sekitaran bulan April, karena 4 Mei sudah mulai kuliah. Maka jika ketemu April, genap setahun. Selama setahun, jika ditanya rasanya tinggal di Jogja, saya bisa jawab "merasa lebih baik dibandingkan Malang", tapi semua punya kenangan tersendiri.

Jogja merupakan salah satu kota tujuan wisata para pelancong, wisata budaya tepatnya, meskipun ada panorama alam yang juga ditawarkan ditempat ini. Jika ditanya apa saja yang menarik di kunjungi di Jogja, saya rasa yang paling famous adalah Borobudur, one of the world's heritage. Borobudur menawarkan wisata budaya candi, yang konon merupakan tempat meditasi para dewa. Untuk wisata sejenis, bisa berkunjung ke Prambanan, Ratu Boko, Sewu, dan banyak lagi candi-candi kecil di sebelah selatan Jogjakarta. Keraton Yogyakarta atau Taman Sari juga cukup terkenal, apalagi Malioboro, wisata belanja.

Untuk wisata panorama, yang paling sering dikunjungi adalah Parangtritis, yang katanya kalau kesana ga boleh pake baju warna ijo, Nyi Roro Kidul marah. hihi.. Atau wisata ke gunung merapi, ada kali kuning, dan kali kali kita ketemu disana. Hehe..

Well, kali ini saya tidak akan mengajak ke salah satu dari sekian tempat wisata itu, saya akan mengajak kita jalan-jalan ke pantai dikaki gunung kidul. Kesempatan kali ini kita akan ke pantai Sundak, Krakal, dan Siung yang menurut informan tiga lelaki yang ikut serta adalah yang terbagus (Sundak katanya Gapur, Krakal katanya Ashong, dan Siung katanya Sheto). Pantai-pantai tersebut sebenarnya merupakan gugusan pantai dari samudera yang sama, Sundak dan Krakal jaraknya sangat berdekatan-kurang dari 1 kilometer, sayangnya kita tidak sempat memotret apapun dari sana, dan Siung ditempuh dengan waktu 1,5 jaman dari pantai Sundak. Pantai-pantai disini ombaknya sangat tinggi tapi tidak seganas ombak di Paris (Parangtritis red-). FYI, disemua pantai di Jogja pasti ada memasang papan yang bertuliskan "WARNING! DO NOT SWIM, IT'S DANGEROUS".


Siung,,,,

Dasar turunan mangki, liat pohon aja langsung ambil posisi :P
Ini Siunnggg... Jogja ga hanya punya lokasi wisata budaya yang beragam dan indah, tapi juga punya pantai berpasir putih yang cantik :)


***

Pantai Sundak

si fotografer ga jelas!

tambah ga jelas,

lebih ga jelas lagi :P

tumbal pantai Sundak (hihihi)

Pantai Sundak masih merupakan gugusan dari pantai-pantai Laut Selatan

ketiga pria sedang berencana merusak kegiatan anak pramuka pada hari itu (haha)

baruuu aja tiba, udah jeprat jepret nih..



Posting ini hanya sekedar liputan yang tertunda sejak 2 bulan lalu. Hoever I'd love to tell bahwa Jogja punya pantai yang cantik, meski perjalanan menuju gugusan pantai tidak mudah, mungkin itu yang menyebabkan tempat wisata ini jarang dikunjungi, apalagi ombak yang tinggi which is ciri khas pantai-pantai di Laut Selatan.

Oiya, ketika akan pulang kita sempat mampir di.. emm.. Bukit Bintang kalo ga salah namanya. Lokasinya masi disekitaran batas antara Wonosari dan Jogjakarta. Dari tempat itu kita bisa liat kota Jogja dari atas, kalo malam akan terlihat lebih cantik kali yaah.. liat kerlip lampu. mungkin itu sebabnya tempat ini disebut Bukit Bintang.
Well, cya on the next trip!! :)

23.4.10

It's been a year since graduation.

Remembering a year ago today.
Tepat tanggal 22 April 2009, aku berolak ke Malang untuk mengurusi persiapan wisuda yang akan berlangsung 2 hari setelahnya. Setelah sehari sebelumnya menerima kabar dari FEB-UGM tentang kelulusan saya masuk kelas reguler. Semua begitu kebetulan bagi saya karena pasca tanggal 26 April 2009 saya langsung bertolak ke Yogyakarta untuk persiapan program magister. Kelas akan dimulai 4 Mei 2009 dan harus menyelesaikan persoalan administrasi seminggu sebelumnya, jadi 26 April bertolak ke Yogyakarta benar-benar suatu kebetulan. Luckily, karena ayah-ibu dan adik bisa ikut sekalian liburan di Jogja selama seminggu. Bener-bener such an accident, tough I believe nothing happened accidently.

Setelah setahun berlalu. Hari ini, 23 April 2010, saya kembali menginjakkan kaki ditanah Makassar, tidak ada yang istimewa, saya hanya merasakan kebetulan lagi, kok bisa tepat setahun saya meninggalkan rumah dan kota ini??

I just always have intention and conviction that I'll make everything comes right the way I thought and it will happen right the way it was thought to be. God, Thanks a bunch! *wink*

19.4.10

numpang lewat

EVIEWS makes me CONFUSE. nyari data suku bunga deposito. gimana interpretasi Granger? minus tiga hari. homesicknes.

16.4.10

end up w/ Theories dan ketakukan akan "post-busy syndrome"

Sabtu, akhir pekan minggu ini semua teori akan berakhir disana, ditutup dengan Ekonometrika dan setumpuk tugas akhir yang akan menyita waktu liburan. Tidak ada masalah serius dengan hal itu, yang penting aku punya waktu yang cukup untuk liburan diakhir semester ini. Sabtu, akhir pekan ini semua teori akan habis, semoga tidak ada yang terlewat dan terlahap dengan baik, sehingga bisa berguna diujian akhir yang berlangsung seminggu setelahnya. Setelah sabtu, pekan ini tidak ada lagi buku-buku tebal yang terbeli dengan terpaksa, tidak ada lagi jurnal-jurnal yang terbaca dengan terpaksa, dan tidak ada lagi malam-malam yang penuh tekanan dengan terpaksa. Well, yang paling penting adalah tidak ada lagi presentasi-presentasi hasil bacaan satu malam yang dilakukan dengan terpaksa. Maksudku tidak benar-benar "terpaksa". Aku melakukan semua itu untuk meraih hasil yang baik, agar perasaan bahwa aku telah menyianyiakan waktu, tidak akan mengganggu nantinya. Harapku... hasilnya maksimal, aammiiin.. satu lagi, tidak ada pengulangan, karena aku tidak rela harus mengulang satu mata kuliah hanya karena tidak serius. Hmm... sebenarnya aku agak tidak terlalu serius pada beberapa mata kuliah, tapi aku pikir cukup bijaksana melakukan segalanya dengan cerdas, mengakali kelemahan dosen, dan bersikap seakan benar-benar tahu : poker face, kau banyak membantu belakangan ini :D

Berakhir dengan teori, means aku akan berpisah dengan semua keterpaksaan yang menyita, means,, aku akan punya banyak sekali kesempatan dengan segala kerelaan untuk menghabiskan waktu semau hatiku, tidak ada yang mengikat, silabi atau arahan akademik, hanya butuh dukungan dari orang tua dan lingkungan. Kerelaan dan keleluasaan itu pada dasarnya adalah tantangan terbesar setelah semua ini, karena satu-satunya lawan yang akan dihadapi adalah diri sendiri,dan saya tidak tahu kapan diri saya akan bersikap mendukung atau bahkan bermalas-malasan mengahadapi tugas akhir, oh thesis.. bersikaplah semanis mungkin, agar aku betah mnungguimu sampai tidak tidur sekalipun.

Tantangan terbesar akan melibatkan "post-busy syndrome". Hal ini terjadi atas ulah kesibukan yang luar biasa karena sistem selama tepat setahun terakhir, lalu tiba-tiba tak tahu harus mengerjakan apa, maksudku, keharusan apa, kalau sudah seperti ini kecenderungannya adalah balas dendam, merasa sudah benar-benar merdeka dan pantas mendapat waktu istirahat yang dianggap perlu cukup panjang sehingga menyianyiakan waktu 4 bulan untuk memaksimalkan pengerjaan tugas akhir. Hal ini sudah dialami oleh banyak sekali kakak kelas, yang sekarang masih sibuk dengan urusan tidur, jalan-jalan, nonton tivi, dan lain sebagainya, akibat kemalasan. Jika seperti ini, saya pikir aturan menjadi sangat perlu. Rambu-rambu menjadi penting, walau terkadang melanggar memberikan perasaan yang berbeda.

Anyways, akhir-akhir kuliah seperti ini, paling aku sukai. Mengapa? karena photo session ada disini. hehe... biasanya temen-temen yang tanggap membawa kamera disetiap pertemuan terakhir untuk setiap mata kuliah. Diakhir penutupan oleh dosen, salah satu dari kami meminta berfoto dulu sebelum semuanya menjadi sekedar kenangan pernah menjadi mahasiswa/i beliau. hehehe..

Selamat berjuang dijalan masing-masing kawan, jangan jengah, jangan lelah, sampai bertemu di Grha Sabha Pramana dengan sehelai baju gombrang, maybe August or September :)

Amiin, amiin, yaa Rabb al alaminn..

*) here they are...
workshop finance : bersama bp. Prof. Eduardus Tandelilin

Management Information System : bersama Prof. Jogiyanto HM

Strategic Management Adv. : bersama Prof. Harsono

14.4.10

Whats up?

When somebody asks, hows life doing? I said things doing very well. Ujian proposal thesis yang [alhamdulilah] cukup sukses tentunya dengan senjata utama "poker face", serta keterampilan merangkul ego bapak2 dosen yang terhormat. Selain beberapa proyek yang lancar, serta tumpukan tugas akhir yang mulai tercicil. Harus punya semangat lebih memang, yang cukup kuperoleh dari ngobrol dengan beberapa orang yang menyenangkan akhir-akhir ini. Alhamdulilah,, feel so much better.

Beberapa hari yang lalu ketika aku menghabiskan tidak banyak waktu mengudara di kampus, seorang teman bilang begini "Ndrie, banyak yang ingin kuceritakan padamu,,". It dont expect too much, hanya sekedar telinga yang siap mendengarkan, tapi aku sendiri punya kekhawatiran yang berlebihan kalau-kalau aku tak mampu menjadi pendengar yang baik, sekedar pendengar yang baik, disamping semua kebijaksanaan yang akan dia persepsikan berguna bagi dirinya. Aku harap cuman bisa membantu, dan memperoleh sesuatu yang positif dari semuanya, mungkin pelajaran dari sedikit perjalanan hidupnya.

Tepat seminggu yang lalu aku dapat pelajaran ini dari seorang pengelola jadwal mahasiswa dikampus : "kadang kalo kita terbiasa menjadi orang baik, kita dianggap bersalah ketika kita lalai sedikit saja-yang mungkin hanya karena lupa-melakukan sesuatu yang membantu". Aku hanya sempat mengangguk, semacam tanda setuju atas hal itu. Sebab setelah ini aku pasti dianggap bersalah karena lupa memberitahu bahwa proposal thesis harus dikumpulkan segera 2 hari sebelum ujian karena selama ini telah bersikap cukup baik telah membagi informasi sebanyak yang saya ketahui dan perlu saya bagikan. Untuk yang ini, bukan karena sengaja, saya betul2 lupa, dan saya mungkin akan dituduh telah bersikap jahat. and I may wont begging for apology, that was not my mistake.


Well, seharusnya saya sedang merasa gembira saat pertama kali menyelesaikan ujian proposal saya, yang artinya banyak :
- malam selasa yang angker telah berlalu,
- ketakutan akan cercaan setiap hari selasa akhirnya berakhir,
- insomnia regular tiap malam selasa ga akan terjadi lagi,
- tekanan untuk membaca banyak jurnal dalam semalam tidak ada lagi,
tapi saya mungkin akan merindukan semua itu, merindukan hari selasa yang selama 3 trimester ini "berdarah-darah".
Perasaan lega dan senang mendapati diri saya sukses membuat bapak-bapak dosen tidak banyak berkutik membuat saya ingin sesegera mungkin melontarkan perasaan saya ini, tapi situasi tidak memungkinkan untuk itu, dan sesuatu yang kamu pikirkan saat pertama kali akan berbeda pada saat kamu mencoba untuk memikirkannya di kali kedua, bukan?
Dan bukannya membayangkannya saja sudah sulit, iya kan?
Yang pasti semuanya memuaskan, sekali lagi Tuhan menunjukkan rahmatNya, thanks God, its wonderfull :)